Menulis Sebagai Tempat Pulang Paling Aman
Menulis Sebagai Tempat Pulang Paling Aman
Ada saatnya aku tidak ingin bercerita pada siapa pun. Bukan karena tidak percaya, tapi karena tidak semua perasaan bisa dijelaskan dengan kata yang diucapkan. Di saat seperti itu, aku memilih menulis.
Menulis bagiku bukan sekadar merangkai kata. Ia adalah tempat pulang. Tempat di mana aku tidak perlu berpura-pura kuat, tidak perlu terlihat baik-baik saja. Di atas layar atau kertas, aku boleh jujur sepenuhnya.
Kadang aku menulis tanpa tujuan. Hanya mengikuti alur pikiran yang berantakan. Kalimatnya mungkin tidak rapi, isinya mungkin terlalu jujur. Tapi justru di situlah letak kelegaannya.
Menulis membantuku mengenali perasaan sendiri. Hal-hal yang tadinya hanya terasa sesak di dada, perlahan menjadi lebih jelas setelah dituangkan. Bukan berarti masalahnya langsung selesai, tapi setidaknya aku tidak sendirian menghadapinya.
Aku sadar, tidak semua orang nyaman menulis. Tapi untukku, menulis adalah cara bertahan. Cara sederhana untuk tetap waras di tengah pikiran yang ramai. Cara untuk berdamai dengan diri sendiri, sedikit demi sedikit.
Blog ini adalah bagian dari proses itu. Setiap tulisan adalah jejak perasaan, potongan cerita, dan upaya kecil untuk jujur pada diri sendiri.
Jika suatu hari aku berhenti menulis, mungkin itu karena aku sedang sibuk menjalani hidup. Tapi selama aku masih kembali ke tulisan, aku tahu—aku masih berusaha menjaga diriku sendiri.
Dan untuk saat ini, menulis tetap menjadi tempat pulang paling aman yang aku punya.
---
Komentar
Posting Komentar