Aku Tidak Baik-Baik Saja, Tapi Aku Bertahan
Aku Tidak Baik-Baik Saja, Tapi Aku Bertahan
Ada kalanya aku ingin jujur dan berkata bahwa aku tidak baik-baik saja. Bukan untuk mengeluh, bukan untuk mencari perhatian, tapi karena itulah kenyataannya.
Aku belajar bahwa tidak apa-apa mengakui lelah. Tidak apa-apa merasa rapuh. Kita tidak selalu harus kuat setiap saat. Namun, di tengah semua itu, aku tetap memilih bertahan.
Bertahan bukan berarti tidak sakit. Bertahan berarti tetap bangun meski hati berat. Tetap melangkah meski arah terasa kabur. Kadang, bertahan hanya berarti menjalani hari ini—itu saja sudah cukup.
Ada hari-hari ketika senyum terasa dipaksakan. Ketika pertanyaan sederhana seperti *“kamu kenapa?”* terasa terlalu berat untuk dijawab. Di hari seperti itu, aku lebih memilih diam dan menjaga diri sendiri sebisanya.
Aku tidak tahu kapan semuanya akan terasa ringan. Tapi aku tahu satu hal—aku masih di sini. Masih mencoba. Masih berharap, walau pelan-pelan.
Tulisan ini adalah pengingat untuk diriku sendiri, dan mungkin untukmu juga. Bahwa kita tidak harus selalu kuat untuk layak dihargai. Bahwa bertahan di hari sulit adalah bentuk keberanian yang sering diremehkan.
Jika kamu sedang berada di fase yang sama, aku ingin bilang satu hal:
kamu tidak sendirian. Dan kamu tidak lemah karena merasa lelah.
Hari ini mungkin berat. Tapi selama kamu masih bertahan, itu sudah lebih dari cukup.
---
Komentar
Posting Komentar